Banyak hal yang didapatkan di sini adalah tentang sistematikan kita membuat taxonomy. Sebenarnya secara natural kita sudah melakukan dengan cara seperti ini. Tetapi kita mendapatkan banyak hal disini tentang efeketivitas, efeiisiensi ketika kita menyusunan taxonomy. Sebelumnya kita menggunakan istilah structuring aja.
Saya banyak mendapat beberapa hal yang perlu dicermati ketika menyusun taxonomy tersebut., seperti apakah kita kita akan membuatnya menjadi practical consideration, functional, atau hal lain. Misalnya ketika kita mencari informasi itu lewat satu jalan, ternyata setelah ikut workshop saya baru menyadari bahwa memperoleh informasi itu bisa lewat banyak jalan, karena kita dapat mendapatkannya lewat banyak taxonomy yang sudah tersusun.
Kita bisa melakukannya secara lebih sistematis, yang pada awalnya sebelum mengikuti workshop hanya dilakukan secara natural berdasarkan insting saja, lebih bisa mengukur taxonomy yang kita buat itu kuat atau tidak.
Masukan: workshop ini bersifat general, kalau untuk saya pribadi selanjutnya saya membutuhkan pendalaman pengembangan taxonomy dari sudut pandang IT. Workshop ini perlu diperluas menjadi pembahasan mengenai knowledge management.
Pataxonomy adalah kepanjangan dari Patrick Lambe, ahli Taxonomy. Pada tanggal 28 dan 29 November 2007, Patrick Lambe pengarang buku Managing Knowledge berada di Indonesia. Pertemuan dengan yang bersangkutan menghasilkan wawancara singkat berikut. Pembicaraan berkisar mengenai persinggungan pengelolaan knowledge sebagai bagian dari sistem organisasi dan knowledge individu. Demikian juga dengan trend teknologi yang cenderung menunjukkan keberpihakan kepada preferensi individu.
KM (komunitas KM, diwakili Iris & Kris); Patrick (Patrick Lambe)
KM: Good Morning, Patrick, I am Iris and this is Kris my friend from the KM Community in Jakarta, our community is initialized by group of students and alumni from Psycology Departement of UI. Can you give a brief summary of what is taxonomy and its crucial role it plays in KM?
Dalam Kamus New Webster’s Encyclopedia edition (1988), Agile berarti: nimble, quick in action and movement. Dengan kata lain, agile berarti gesit, lincah, tangkas, sedangkan agility merujuk pada ketangkasan, kecerdasan dan kelincahan seseorang, baik kelincahan fisik maupun kecerdasan intelektual. (Kamus Kontemporer Inggris – Indonesia, Salim, 1999).