Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Perusahaan Untuk Memenangkan Persaingan
Teknologi Informasi adalah bagian dari sistem informasi dan teknologi informasi merujuk pada pada teknologi yang digunakan dalam menyampaikan dan mengolah informasi.Teknologi sudah memberikan perubahan yang sangat mendasar baik bagi organisasi swasta maupun publik.
Oleh sebab itu teknologi informasi sangat berperan penting dalam menentukan daya saing dan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis di masa yang akan datang.
Sumber daya teknologi informasi dapat digunakan para pemimpin perusahaan dan konsultan untuk menentukan keberhasilan dalam suattu perusahaan.Hubungan teknologi informasi dengan kinerja perusahaan sangant erat kaitannya.Menurut para peneliti sistem informasi, teknologi informasi dapat meningkatkan Knowledge Management Capability Organisasi.
Knowledge Management Capability dapat memberikan manfaat kompetitif serta meningkatkan kinerja suatu perusahaan.Oleh sebab itu teknologi informasi dapat mempengaruhi kinerja perusahaan melalui Knowledge Management Capability.
KNOWLEDGE MANAGEMENT ADALAH USAHA UNTUK MENGUMPULKAN INFORMASI/PENGETAHUAN YANG DIMILIKI ORANG-ORANG DALAM SUATU ORGANISASI, MENDOKUMENTASIKAN SEKALIGUS MENDISTRIBUSIKANNYA.
Secara garis besar, tujuan dari Knowledge Management adalah untuk menyeberluaskan ilmu dari seseorang yang dianggap ahli di bidangnya kepada semua individu dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Metode penerapan dari Knowledge Management sendiri sangat beragam, seperti dibentuknya CoP (Community of Practice) yang bisa kita analogikan seperti media diskusi atau kelompok belajar, pembentukan pusat data atau perpustakaan dan sebagainya.
Knowledge management adalah konsep dan jargon besar yang susah diimplementasikan.
Organisasi dan perusahaan tidak mengelola pengetahuannya dengan baik, sehingga transfer pengetahuan tidak terjadi. Organisasi perlu mengelola pengetahuan anggotanya di segala level untuk:
Mengetahui kekuatan (dan penempatan) seluruh SDM
Penggunaan kembali pengetahuan yang sudah ada (ditemukan) alias tidak perlu mengulang proses kegagalan
Mempercepat proses penciptaan pengetahuan baru dari pengetahuan yang ada
Menjaga pergerakan organisasi tetap stabil meskipun terjadi arus keluar-masuk SDM
Knowledge atau Pengetahuan dapat dibagi menjadi 2 bagian, anatara lain:
1. Explicit Knowledge: yang artinya pengetahuan yang tertulis, terarsip, dan tersebar baik dalam
bentuk cetak maupun elektronik.
2. Tacit Knowledge: yang artinya pengetahuan yang berbentuk know dan how, pengalaman, skill